Saat mengurus legalitas usaha melalui OSS, pelaku usaha tidak hanya diminta membuat NIB. Anda juga perlu menentukan kegiatan usaha dan memilih KBLI yang sesuai. Bagi pemilik UMKM, bagian ini sering menimbulkan kebingungan: apakah NIB dan KBLI merupakan dokumen yang sama? Mengapa pemilihan KBLI bisa memengaruhi perizinan usaha?
Memahami hubungan NIB dan KBLI penting sebelum menyelesaikan pendaftaran usaha. Kesalahan memilih kegiatan usaha dapat membuat data legalitas tidak menggambarkan aktivitas bisnis yang sebenarnya. Akibatnya, pelaku usaha dapat mengalami kendala ketika harus memenuhi persyaratan perizinan lanjutan.
Melalui artikel ini, Anda akan memahami fungsi NIB, pengertian KBLI, hubungan keduanya, serta cara memilih KBLI yang sesuai dengan kegiatan usaha.
Apa Itu NIB dan KBLI?
NIB dan KBLI memiliki fungsi berbeda, tetapi keduanya saling berkaitan dalam sistem perizinan berusaha.
NIB atau Nomor Induk Berusaha merupakan identitas pelaku usaha untuk memulai dan menjalankan kegiatan usaha di Indonesia. Pemerintah menerbitkan NIB melalui sistem Online Single Submission (OSS). Sistem tersebut menggunakan pendekatan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko untuk menentukan jenis perizinan dan kewajiban berdasarkan karakteristik kegiatan usaha.
Sementara itu, KBLI atau Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia digunakan untuk mengklasifikasikan kegiatan ekonomi atau bidang usaha. Dalam sistem OSS, pelaku usaha memilih kegiatan usaha berdasarkan klasifikasi yang sesuai dengan aktivitas bisnisnya.
Dengan demikian, sederhananya:
- NIB berfungsi sebagai identitas pelaku usaha.
- KBLI menunjukkan kegiatan atau bidang usaha yang dijalankan.
- OSS menghubungkan data pelaku usaha, kegiatan usaha, dan proses perizinannya.
Hubungan tersebut membuat pemilihan KBLI menjadi bagian penting ketika pelaku usaha mengurus NIB.
Apa Hubungan NIB dan KBLI dalam Perizinan Usaha?
Hubungan NIB dan KBLI dapat dilihat dari cara OSS mengelola kegiatan usaha. NIB mengidentifikasi pelaku usaha, sedangkan KBLI membantu menjelaskan kegiatan usaha yang dilakukan.
Ketika mendaftarkan usaha melalui OSS, pelaku usaha perlu memasukkan kegiatan usaha yang sesuai. Sistem kemudian menggunakan informasi tersebut untuk menentukan ruang lingkup perizinan dan kewajiban yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.
Karena itu, NIB tidak berdiri sendiri.
KBLI menentukan kegiatan yang tercatat pada NIB
Dokumen NIB dapat memuat informasi mengenai bidang usaha yang terdaftar. Dalam contoh dokumen NIB pada sistem OSS, daftar kegiatan usaha mencantumkan kode KBLI, judul KBLI, lokasi usaha, klasifikasi risiko, serta perizinan berusaha yang terkait.
Artinya, ketika Anda memilih KBLI, Anda sebenarnya sedang menentukan aktivitas bisnis apa yang akan tercatat dalam administrasi perizinan.
KBLI berkaitan dengan penentuan risiko
Pendekatan perizinan berbasis risiko membuat jenis kegiatan usaha menjadi sangat penting.
OSS mengelompokkan kegiatan usaha berdasarkan tingkat risiko. Tingkat tersebut kemudian menentukan jenis perizinan atau pemenuhan kewajiban yang harus dilakukan pelaku usaha.
Karena setiap KBLI menggambarkan aktivitas tertentu, pemilihan kegiatan usaha dapat memengaruhi persyaratan yang muncul dalam proses perizinan.
KBLI dapat berkaitan dengan izin atau persyaratan tambahan
Kegiatan usaha tertentu membutuhkan persyaratan tambahan di luar NIB. Sistem OSS dapat menampilkan Perizinan Berusaha untuk Menunjang Kegiatan Usaha atau PB UMKU yang berkaitan dengan aktivitas dan sektor tertentu.
Contohnya, beberapa kegiatan pada sektor pangan, kesehatan, perdagangan, atau industri dapat memiliki persyaratan tambahan. Karena itu, pelaku usaha perlu melihat detail kewajiban berdasarkan kegiatan yang dipilih, bukan hanya mengejar penerbitan NIB.
Mengapa Pemilihan KBLI Harus Tepat?
Memilih KBLI bukan sekadar formalitas ketika membuat NIB. Kode tersebut harus menggambarkan aktivitas usaha secara akurat.
Bayangkan seorang pelaku usaha menjual makanan secara online. Jika ia memilih kegiatan usaha yang tidak sesuai dengan aktivitas sebenarnya, data perizinannya dapat menjadi tidak relevan dengan bisnis yang dijalankan.
Hal serupa berlaku pada usaha jasa. Perusahaan yang menyediakan jasa pengembangan perangkat lunak tentu perlu memilih kegiatan yang menggambarkan aktivitas tersebut, bukan sekadar memilih kategori teknologi yang terdengar umum.
Karena itu, perhatikan beberapa hal berikut:
- Apa produk atau jasa utama yang Anda jual?
- Bagaimana cara Anda menghasilkan pendapatan?
- Apakah Anda memproduksi, menjual, mendistribusikan, atau menyediakan jasa?
- Di mana kegiatan usaha berlangsung?
- Apakah Anda memiliki lebih dari satu kegiatan usaha?
- Apakah bidang tersebut memiliki persyaratan sektoral tertentu?
Jawaban atas pertanyaan tersebut membantu Anda mempersempit pilihan KBLI.
Bagaimana Cara Memilih KBLI yang Sesuai?
Pemilihan KBLI sebaiknya dimulai dari aktivitas bisnis yang nyata, bukan dari nama usaha atau nama merek.
1. Identifikasi kegiatan utama usaha
Tuliskan secara sederhana apa yang sebenarnya dilakukan bisnis Anda.
Misalnya:
- menjual pakaian secara eceran;
- memproduksi makanan ringan;
- menyediakan jasa desain grafis;
- mengembangkan aplikasi;
- menyediakan jasa konsultasi;
- menjual produk melalui marketplace.
Dari deskripsi tersebut, Anda dapat mencari klasifikasi kegiatan yang paling mendekati.
2. Periksa uraian KBLI
Jangan hanya melihat judul kode. Baca juga uraian kegiatan yang tersedia pada sistem OSS.
OSS menyediakan pencarian KBLI berdasarkan kode, judul, atau uraian kegiatan. Pada halaman detail KBLI, pelaku usaha juga dapat melihat struktur klasifikasi serta ruang lingkup kegiatan.
Langkah ini penting karena dua kode yang terlihat mirip belum tentu mencakup aktivitas yang sama.
3. Sesuaikan dengan model bisnis
Setelah menemukan beberapa pilihan, bandingkan uraian masing-masing KBLI dengan aktivitas bisnis Anda.
Pilih kode yang paling menggambarkan kegiatan yang benar-benar dilakukan. Jangan memilih kode hanya karena proses perizinannya terlihat lebih sederhana.
Tujuan utama legalitas adalah mencatat kegiatan usaha secara benar dan memastikan pelaku usaha memenuhi kewajiban yang relevan.
4. Periksa risiko dan kewajiban
Setelah menentukan KBLI, lihat klasifikasi risiko dan persyaratan yang berkaitan dengannya.
Pada halaman detail KBLI di OSS, sistem dapat menampilkan ruang lingkup, sektor, serta perizinan berusaha untuk menunjang kegiatan usaha yang terkait.
Dengan begitu, Anda dapat mengetahui apakah kegiatan tersebut hanya membutuhkan NIB atau memerlukan pemenuhan tambahan.
Apakah Satu NIB Bisa Memiliki Beberapa KBLI?
Dalam praktik perizinan berusaha, satu pelaku usaha dapat memiliki lebih dari satu kegiatan usaha sepanjang kegiatan tersebut memang dijalankan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Hal ini penting bagi bisnis yang memiliki beberapa lini kegiatan.
Misalnya, sebuah perusahaan tidak hanya menjual produk sendiri, tetapi juga menyediakan jasa konsultasi. Jika kedua kegiatan tersebut memang menjadi bagian dari aktivitas bisnis, pelaku usaha perlu memastikan masing-masing kegiatan tercatat dengan klasifikasi yang tepat.
Namun, menambahkan banyak KBLI tanpa benar-benar menjalankan kegiatannya bukanlah strategi yang tepat.
Lebih baik mencatat kegiatan usaha secara relevan dan dapat dipertanggungjawabkan daripada memasukkan banyak kode yang tidak berhubungan dengan operasional bisnis.
Apa yang Terjadi Jika KBLI Tidak Sesuai?
KBLI yang tidak sesuai dapat menimbulkan masalah administratif maupun perizinan.
Misalnya, kegiatan usaha yang tercatat tidak menggambarkan bisnis sebenarnya. Ketika pelaku usaha kemudian mengurus izin lanjutan, sistem atau instansi terkait dapat menemukan ketidaksesuaian antara kegiatan yang didaftarkan dengan aktivitas yang dijalankan.
Dampaknya dapat berupa kebutuhan untuk melakukan perubahan atau penyesuaian data usaha.
Selain itu, ketidaksesuaian kegiatan dapat membuat pelaku usaha keliru memahami kewajiban perizinan. Padahal, sistem OSS menentukan kebutuhan perizinan berdasarkan kegiatan usaha dan tingkat risikonya.
Karena itu, sebaiknya periksa KBLI sejak awal, terutama sebelum menerbitkan atau memperbarui data perizinan.
NIB dan KBLI dalam Pengembangan Legalitas Bisnis
NIB dan KBLI menjadi bagian dari fondasi administrasi usaha. Namun, kebutuhan legalitas bisnis tidak berhenti pada keduanya.
Setelah kegiatan usaha tercatat, pelaku usaha perlu melihat apakah masih ada persyaratan dasar, Sertifikat Standar, izin tertentu, atau PB UMKU yang harus dipenuhi.
Kebutuhan tersebut berbeda antara satu bisnis dengan bisnis lainnya. Bahkan dua usaha yang sama-sama bergerak di bidang perdagangan dapat memiliki kewajiban berbeda jika produk, lokasi, skala, atau karakteristik kegiatannya berbeda.
Jika Anda ingin memahami tahapan legalitas secara lebih luas, Anda dapat membaca panduan NIB untuk UMKM dan cara mengurusnya.
Untuk bisnis yang membutuhkan pendampingan dalam menata struktur legalitas, informasi mengenai legalitas badan usaha dapat menjadi referensi. Sementara itu, Anda juga dapat melihat informasi perizinan berusaha untuk memahami layanan yang berkaitan dengan OSS dan kegiatan usaha.
BrightMinds juga menyediakan informasi dan solusi legalitas bisnis melalui website BrightMinds.
Kesimpulan
NIB dan KBLI memiliki fungsi berbeda tetapi saling berkaitan dalam proses perizinan usaha. NIB berfungsi sebagai identitas pelaku usaha, sedangkan KBLI menggambarkan kegiatan usaha yang dijalankan. Informasi kegiatan tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam proses perizinan berbasis risiko melalui OSS.
Karena itu, jangan memilih KBLI hanya berdasarkan nama yang terlihat paling dekat. Pahami aktivitas bisnis, baca uraian kode, periksa tingkat risiko, kemudian pastikan seluruh kewajiban perizinannya sesuai.
Dengan memahami hubungan NIB dan KBLI sejak awal, Anda dapat menata legalitas usaha secara lebih akurat dan mengurangi risiko ketidaksesuaian data ketika bisnis berkembang.
Jika Anda masih ragu menentukan KBLI yang sesuai dengan model bisnis, konsultasikan kondisi usaha terlebih dahulu agar langkah legalitas berikutnya dapat dilakukan dengan lebih tepat.
FAQ NIB dan KBLI
1. Apa hubungan NIB dan KBLI?
NIB merupakan identitas pelaku usaha, sedangkan KBLI menunjukkan kegiatan usaha yang dijalankan. KBLI menjadi bagian penting dalam menentukan kegiatan yang tercatat dan persyaratan perizinan melalui OSS.
2. Apakah membuat NIB harus memilih KBLI?
Ya. Dalam proses pendaftaran kegiatan usaha melalui OSS, pelaku usaha perlu mencantumkan kegiatan usaha dengan klasifikasi yang sesuai.
3. Apakah satu NIB bisa memiliki lebih dari satu KBLI?
Pelaku usaha dapat memiliki beberapa kegiatan usaha sesuai aktivitas yang benar-benar dijalankan dan ketentuan yang berlaku. Setiap kegiatan perlu menggunakan klasifikasi yang tepat.
4. Apa akibat salah memilih KBLI?
KBLI yang tidak sesuai dapat menyebabkan data legalitas tidak menggambarkan kegiatan usaha sebenarnya dan berpotensi menimbulkan kendala ketika memenuhi perizinan atau melakukan perubahan data.
5. Bagaimana cara mengetahui KBLI yang tepat?
Mulailah dengan mengidentifikasi aktivitas bisnis, kemudian cari KBLI berdasarkan kode, judul, dan uraian kegiatan pada OSS. Setelah itu, periksa ruang lingkup, risiko, serta persyaratan perizinannya.





