Membangun bisnis membutuhkan waktu, biaya, dan strategi. Anda mungkin sudah memiliki nama usaha, logo, kemasan produk, serta pelanggan yang mengenali merek tersebut. Namun, apakah merek bisnis Anda sudah memiliki perlindungan hukum?
Tanpa pendaftaran, penggunaan nama atau logo belum otomatis memberikan hak eksklusif sebagai merek terdaftar. Pihak lain bahkan dapat mengajukan merek yang sama atau memiliki kemiripan lebih dahulu. Kondisi ini berpotensi menimbulkan sengketa dan mengganggu identitas bisnis yang telah Anda bangun.
Karena itu, jasa pendaftaran merek dagang membantu pelaku usaha menyiapkan permohonan perlindungan merek melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Prosesnya tidak hanya mencakup pengisian formulir, tetapi juga penelusuran merek, penentuan kelas barang atau jasa, pemeriksaan dokumen, dan pemantauan permohonan.
Mengapa Bisnis Perlu Mendaftarkan Merek Dagang?
Merek merupakan identitas yang membedakan produk atau jasa suatu bisnis dari produk atau jasa milik pihak lain. Bentuknya dapat berupa nama, logo, kata, huruf, angka, susunan warna, suara, atau kombinasi unsur lainnya sesuai ketentuan hukum.
Pendaftaran merek memberikan dasar perlindungan hukum kepada pemilik setelah DJKI menyetujui dan mencatat merek tersebut. Berdasarkan sistem pendaftaran merek di Indonesia, hak atas merek diperoleh setelah merek terdaftar.
Beberapa manfaat pendaftaran merek bagi bisnis meliputi:
- Memberikan hak eksklusif: pemilik merek terdaftar memiliki hak menggunakan merek untuk barang atau jasa sesuai cakupan pendaftarannya.
- Melindungi identitas bisnis: pendaftaran membantu pemilik mengambil langkah hukum ketika pihak lain menggunakan merek yang memiliki persamaan pada pokoknya untuk barang atau jasa terkait.
- Meningkatkan kepastian bisnis: legalitas merek mendukung pengembangan produk, pemasaran, dan kerja sama komersial.
- Mendukung ekspansi usaha: merek terdaftar dapat menjadi aset tidak berwujud yang memiliki nilai ekonomi.
- Mengurangi risiko sengketa: pemeriksaan dan pendaftaran sejak awal membantu perusahaan mengelola risiko penggunaan merek.
Perlu diingat, pendaftaran merek tidak otomatis melindungi seluruh nama perusahaan, produk, atau bidang usaha. Perlindungannya mengikuti merek dan kelas barang atau jasa yang tercantum dalam pendaftaran.
Jenis Merek dan Penentuan Kelas Barang atau Jasa
Sebelum mengajukan permohonan, pelaku usaha perlu menentukan jenis merek dan kelas yang sesuai dengan kegiatan bisnis.
1. Merek kata atau nama
Merek kata melindungi unsur berupa nama, rangkaian huruf, atau kata yang menjadi identitas produk maupun jasa. Contohnya nama brand makanan, pakaian, kosmetik, atau layanan konsultasi.
2. Merek logo
Merek logo melindungi unsur visual yang menjadi identitas bisnis. Jika perusahaan menggunakan simbol atau desain tertentu sebagai pembeda, perusahaan dapat mempertimbangkan pendaftaran merek berupa logo.
3. Merek kombinasi
Merek kombinasi menggabungkan unsur kata dan gambar dalam satu identitas. Misalnya, nama brand yang tampil bersama simbol atau desain khusus.
4. Memilih kelas barang dan jasa
DJKI menggunakan klasifikasi barang dan jasa untuk menentukan ruang lingkup perlindungan merek. Klasifikasi ini mencakup kelas barang dan kelas jasa dengan kategori yang berbeda.
Sebagai contoh, produk pakaian, makanan, kosmetik, dan layanan pemasaran digital memiliki kelompok klasifikasi masing-masing. Karena itu, pemilik bisnis perlu memeriksa uraian kelas berdasarkan produk atau jasa yang benar-benar ditawarkan.
Pemilihan kelas yang tepat sangat penting. Jika perusahaan hanya mendaftarkan merek pada kelas yang tidak sesuai, perlindungan tersebut belum tentu mencakup kegiatan bisnis yang sebenarnya.
Persyaratan Pendaftaran Merek Dagang
DJKI menetapkan persyaratan administratif yang perlu dipenuhi pemohon. Untuk menghindari kekurangan dokumen, siapkan informasi dan berkas berikut:
- Nama dan identitas pemohon.
- Alamat lengkap pemohon.
- Etiket atau label merek yang akan didaftarkan.
- Daftar barang atau jasa yang menggunakan merek.
- Kelas barang atau jasa yang sesuai.
- Tanda tangan pemohon.
- Surat kuasa apabila pengajuan menggunakan kuasa.
- Dokumen persyaratan khusus untuk pemohon UMK sesuai ketentuan.
Jika pemohon merupakan badan usaha, pastikan identitas pemohon sesuai dengan pihak yang akan memiliki hak atas merek. Perusahaan juga perlu menentukan apakah merek akan menjadi aset badan usaha atau dimiliki pihak lain.
Untuk pemohon usaha mikro dan kecil, DJKI mencantumkan dokumen tambahan berupa surat rekomendasi atau keterangan UMK binaan serta surat pernyataan UMK sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain dokumen, perhatikan kualitas label merek. Pastikan nama dan logo yang diajukan sesuai dengan identitas yang ingin dilindungi.
Proses Pendaftaran Merek Melalui DJKI
Pendaftaran merek dilakukan secara elektronik melalui layanan merek DJKI. Secara umum, prosesnya mencakup tahapan berikut.
1. Melakukan penelusuran merek
Sebelum mendaftar, periksa apakah sudah ada merek yang sama atau memiliki kemiripan dengan merek yang akan diajukan.
Penelusuran dapat dilakukan melalui Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI). Pemeriksaan sebaiknya mencakup kesamaan nama, bunyi pengucapan, susunan kata, logo, dan kelas barang atau jasa.
Hasil pencarian yang tidak menemukan merek identik bukan jaminan permohonan akan diterima. Pemeriksa tetap menilai persamaan pada pokoknya dan alasan penolakan lainnya.
2. Menentukan pemohon dan kelas merek
Tentukan pihak yang akan menjadi pemilik merek, kemudian pilih kelas barang atau jasa sesuai aktivitas bisnis. Periksa uraian barang dan jasa agar ruang lingkup permohonan tidak terlalu sempit atau tidak relevan.
3. Mengajukan permohonan secara online
Pemohon membuat akun pada sistem merek DJKI, mengisi data pemohon, memasukkan informasi merek, memilih kelas, dan mengunggah dokumen persyaratan.
Setelah itu, pemohon membuat kode billing dan menyelesaikan pembayaran sesuai kategori permohonan. Simpan tanda terima sebagai bukti pengajuan.
4. Mengikuti pemeriksaan dan pengumuman
DJKI memeriksa kelengkapan formalitas sebelum melanjutkan permohonan ke tahap pengumuman. Pada tahap ini, pihak ketiga memperoleh kesempatan mengajukan keberatan sesuai prosedur.
Jika ada keberatan, pemohon dapat menyampaikan sanggahan dalam jangka waktu yang ditentukan.
5. Menunggu pemeriksaan substantif dan hasil permohonan
Pemeriksa menilai apakah merek memenuhi persyaratan pendaftaran, termasuk daya pembeda dan potensi persamaan dengan merek lain.
Hasil pemeriksaan dapat berupa penerimaan atau penolakan. Jika permohonan memenuhi persyaratan, DJKI melanjutkan proses penerbitan sertifikat merek.
Alasan Permohonan Merek Dapat Ditolak
Tidak semua permohonan merek memperoleh persetujuan. UU Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis mengatur sejumlah alasan penolakan.
Beberapa kondisi yang perlu dihindari antara lain:
- Merek memiliki persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan merek pihak lain yang lebih dahulu terdaftar atau diajukan untuk barang atau jasa sejenis.
- Merek hanya menyebut nama atau jenis barang maupun jasa yang dimohonkan.
- Merek tidak memiliki daya pembeda.
- Merek menggunakan nama umum atau lambang milik umum.
- Merek memuat unsur yang menyesatkan masyarakat mengenai kualitas, asal, atau manfaat produk.
- Merek bertentangan dengan ketentuan hukum, moralitas, agama, kesusilaan, atau ketertiban umum.
Karena itu, penelusuran merek sebelum pengajuan merupakan langkah penting. Pemilik bisnis sebaiknya tidak hanya memeriksa nama yang persis sama, tetapi juga mempertimbangkan kemiripan bunyi, tampilan, dan konsep merek.
Jasa Pendaftaran Merek Dagang dari BrightMinds
Mengurus pendaftaran merek membutuhkan ketelitian dalam menentukan pemilik, menyiapkan label, memilih kelas, dan memahami prosedur pemeriksaan. Kesalahan pada tahap awal dapat menimbulkan kendala ketika DJKI memproses permohonan.
Melalui jasa pendaftaran merek dagang, BrightMinds membantu pelaku usaha mempersiapkan administrasi pendaftaran dan memahami tahapan perlindungan merek.
Pendampingan dapat mencakup:
- Pemeriksaan awal identitas dan dokumen pemohon.
- Penelusuran awal merek pada basis data yang tersedia.
- Identifikasi kelas barang atau jasa.
- Pemeriksaan label dan informasi merek.
- Persiapan dokumen permohonan.
- Pendampingan pengajuan melalui sistem DJKI.
- Pemantauan perkembangan permohonan dan informasi tindak lanjut.
Jika Anda juga sedang membangun badan usaha, pelajari layanan jasa pendirian PT di Indonesia. Untuk kebutuhan perlindungan merek dan kekayaan intelektual lainnya, kunjungi halaman layanan hak kekayaan intelektual BrightMinds.
Lindungi Identitas Bisnis Sejak Awal
Nama dan logo merupakan bagian penting dari identitas bisnis. Semakin dikenal suatu merek, semakin besar pula alasan untuk memastikan penggunaannya memiliki dasar perlindungan hukum yang tepat.
Sebelum mengajukan pendaftaran, periksa ketersediaan merek, tentukan pemilik yang sesuai, dan pilih kelas barang atau jasa secara cermat.
Jika Anda ingin mendaftarkan nama atau logo bisnis, BrightMinds Legal Business dapat membantu meninjau kebutuhan administrasi dan tahapan pengajuan merek. Kunjungi BrightMinds Legal Business untuk memperoleh informasi lebih lanjut.




